I post random thoughts.

Saturday, July 11, 2015

IPA / IPS?

Test test... waduh, kayaknya blognya sudah berdebu nih haha. Sudah cukup lama aku gak ngoceh-ngoceh di sini. Akhir-akhir ini sibuk sih jadi gak bisa ngoceh-ngoceh di sini. Sebetulnya sih banyak banget yang ingin ku-ocehin di sini, mungkin masalah waktu aja kali ya. Waktu liburan kuhabiskan untuk urusan sekolah haha tapi gapapa! Aku sudah menikmati liburan selama kurang lebih 2 bulan! :p

Kali ini beda banget sama waktu aku masuk Sekolah Menengah Pertama. Banyak bedanya deh. Salah satunya aku harus menentukan mau pilih IPA atau IPS? Sebetulnya aku bukan tipe pemilih. Karena aku tau akan ada hati yang terluka dalam pilih-memilih. Iya. Yang tidak dipilih akan terluka. Aku tidak mau menyakiti salah satu di antara mereka. Aku tau persis bagaimana rasanya disakiti. Aoaab sih?

Hahaha skip!

Entah mengapa, selalu ada yang direndahkan tiap kali membandingkan IPA dengan IPS. Aku sih pilih IPS! FIX! Kalau ada Bahasa mungkin aku akan pilih Bahasa, tapi ini hanya ada dua pilihan, dan dua-duanya bukan aku banget. Aku sudah ada rencana ingin pindah sekolah di Jakarta, karena di sana banyak Sekolah Menengah Atas yang memiliki jurusan Bahasa. Tapi semuanya gugur begitu saja. Aku pikir-pikir lagi dengan sangat baik. Waktu menentukan ingin sekolah di Jakarta, pikiranku lagi gak karuan. Bisa dibilang itu sebagai pelarian sih. Oke deh, aku pikir baik-baik lagi, tanpa emosi yang menggebu-gebu. Honestly, I'm such an emotional person. Emotional sama temperament itu beda ya, emotional tuh kayak baperan gitu. Aku pikir lagi, lulus SMA nanti aku akan menggunakan Ilmu Pengetahuan Sosial itu untuk masuk Soshum. Ya syukur-syukur sih bisa lolos SNMPTN ya, jadi gak perlu pusing mikirin SBMnya. Aku rasa bakal gak nyambung kalau aku ngambil Bahasa tapi kuliah nanti berhubungan dengan Soshum. Yaudah aku sekolah di Bekasi aja, ngambil IPS. Untuk sekolah, jujur, sebelumnya aku belum nentuin mau sekolah di sekolah mana. Bisa masuk sekolah negeri dengan nilai yang seperti ini aja udah bersyukur banget. Jadi gak perlu lah milih di sekolah favorite atau nggak. Eh ternyata aku masuk negeri lewat jalur umum loh! Senangnya!

Aku bukan tipe orang yang suka menghafal rumus ataupun menghafal sejarah.
Aku lebih suka menghafal bahasa asing. Karena memang bakat dan minatku di situ.
Aku bukan tipe orang yang suka menghabiskan waktuku untuk berurusan dengan rumus-rumus dan sejarah.
Aku lebih suka menghabiskan waktuku untuk menulis sesuatu. Aku ingin menulis untuk dikenang. Seperti mereka yang sampai saat ini kukenang lewat tulisannya.

Akhirnya aku sudah memutuskan untuk memilih IPS. Sedikit terpaksa sih, karena aku sama sekali gak suka IPS. Tapi aku akan berusaha menyukai pilihanku ini. Cie gitu. Teman-temanku menyarankan IPA. Tapi aku tetap dengan pilihanku. Aku tau banyak anggapan miring tentang IPS. Banyak yang beranggapan bahwa anak IPA lebih berpeluang sukses dibanding anak IPS. Menurutku sih, sukses tidaknya seseorang itu bergantung pada usaha orang itu sendiri, bukan dari jurusan-jurusan seperti itu. Memang sih anak IPA terlihat lebih pintar dan hebat. Mereka bisa menghafal rumus-rumus serumit itu, dan mereka ahli dalam hal hitung-menghitung. Tapi anak IPS juga gak kalah hebat! Memangnya mudah menghafal tulisan-tulisan sebanyak itu? Percuma aja kalau masuk suatu jurusan agar dicap anak pintar bukan karena kemauannya. Kebetulan sekali orang tuaku mendukung aku mengambil IPS. Mereka tau kalau aku gak pandai hitung-hitungan. Mereka gak mau memaksakan anaknya. Tapi Ayahku menyarankanku untuk menjadi seorang programmer. Kebetulan beliau juga seorang programmer, makanya wajar kalau beliau ingin aku mengikuti jejaknya. Berarti Saintek dong? IPA dong? Waduh nggak deh! Tapi aku ingin menurutinya. Ya, hitung-hitung membahagiakan orang tua. Aku sadar sih, aku belum pernah membuat mereka bahagia sedikitpun. Tapi aku yakin, aku bisa membahagiakan mereka dengan caraku sendiri.

Wah... gak kerasa ya udah selesai! Tulisan di atas cuma opiniku aja loh. Kalau gak setuju ya wajar! Intinya sih, pilih yang menurutmu baik, yang sesuai sama kamu, bukan atas keinginan mereka. Yang ngejalanin kamu, bukan orang lain. Repot kalau kamu ngikutin orang lain terus mogok di tengah jalan. Susah buat ngejalaninnya lagi, kan?

Sincerely, Kyuto Karen.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : IPA / IPS?

4 komentar:

  1. ipa sama ips itu sama saja. sama sama hebatnya kok, tergantung dari kita sendiri mau belajar apa nggak.
    saya sebenarnya lebih minat di jurusan ips. tapi temen temen banyak yg miih ipa. jadinya ikut - ikutan
    -____-
    *salahjurusan* :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, keduanya sama-sama punya peluang sukses, hehe. Waduh... kalau salah jurusan gitu repot kuliahnya xD

      Delete
  2. aku di IPS, emang ga minat di IPA juga sih..

    tapi gak begitu ngefek juga sih hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, ada kakak IPS! :D Gak ngefek gimana nih? Huehe.

      Delete

Terima kasih sudah mampir. Silakan tinggalkan jejak dengan cara berkomentar di kolom komentar. Kalau ada waktu pasti dikunjungi balik. Salam! :)

Copyright © 2016 Kyuto Karen