I post random thoughts.

Saturday, August 29, 2015

Cita-cita

Menurut kalian apa sih cita-cita itu? Penyanyi dangdut? Oh salah, itu Cita Citata. Menurut ilmu dukun gue, cita-cita adalah semacam profesi impian kita. Bahasa kasarnya, kita mau jadi apa di masa depan. Please, jadi istri / suami yang baik untuknya itu gak termasuk ya, gaes.

Siapa sih di dunia ini yang gak punya cita-cita? Gue yakin, sesuram-suramnya seseorang mereka tetap punya cita-cita. Contohnya gue. Gue memang suram tapi gue punya cita-cita yang cukup tinggi, yaitu menjadi Kementerian Luar Negeri. Nyokap gue pernah bilang ke gue, "Bercita-citalah setinggi mungkin. Terwujud atau nggaknya itu urusan belakangan".
You da real MVP, Ibu negara.

Dari dulu cita-cita gue memang berubah-ubah. Mulai dari dokter (oke, gue yakin semua orang dulunya pengen jadi dokter), pengacara, desainer, detektif, anggota FBI, tour guide, penulis, sampai akhirnya jatuh pada kementerian luar negeri.

Waktu kecil banget alasan gue pengen jadi dokter cukup simple dan terpuji, yaitu ingin menyembuhkan orang yang tidak mampu pergi berobat. Jadi pengacara juga alasannya mirip-mirip sama alasan gue pengen jadi dokter, yaitu ingin membebaskan mereka yang tidak bersalah. Dulu gue sering banget nonton berita isinya nenek-nenek dipenjara cuma gara-gara ngambil daun, entah daun apa, gue lupa. Gue sangat beruntung karena waktu gue kecil dulu gue gak dipenjara gara-gara sering nyolongin sayuran / daun-daunan tetangga buat main masak-masakan. Ya Allah, ampuni hamba-Mu ini.

Alasan gue pengen jadi desainer ya karena gue suka banget gambar-gambar baju gitu. Sampe gue pernah mengkhayal kalau gue buka butik gitu dan harga baju-bajunya ratusan juta dan hasil-hasil gambar gue itu sering banget gue posting di facebook dan gue kasih caption seperti, "*nama gue* new collection *harga baju tersebut*, hubungi *nomor hp emak* jika berminat". Oke, gue tau gue menjijikan.

Selanjutnya alasan gue ingin menjadi detektif & anggota FBI adalah gara-gara gue sering baca seriesnya Sherlock Holmes sama nonton Conan, haha. :(

Kalau alasan gue pengen jadi tour guide agak laknat sih, gue pengen jalan-jalan gratis. Sampe-sampe gue pengen masuk SMK ngambil jurusan pariwisata. Itu karena gue terpengaruh bisikan setan seorang teman sebangku semasa SMP. Haha, tapi doi bener-bener teman terlaknat gue. Btw, tu orang pakabar, yak...

Dan alasan gue pengen jadi Kementerian Luar Negeri adalah karena gue pengen mengharmoniskan hubungan antara Indonesia dengan negara-negara lain dan menambah citra Indonesia di mata dunia. Saik gak tuh alasannya? Mantap.

Bisa dibilang gue benar-benar berjuang untuk mewujudkan cita-cita gue saat ini. Gue berjuang mati-matian untuk belajar bahasa asing, minimal 3. Dan gue jadi semakin meningkatkan skill bahasa Inggris gue. Ya, doain aja deh, huehe. Kan kalau gue jadi Kemenlu nanti kalian bisa sedikit pamer ke orang lain,
"Lo tau Kemenlu kita yang namanya xxxx? Gue kenal doi loh waktu doi masih pea."
"Lah, bukannya sampai sekarang doi memang pea, ya?"

...............

Ya, jangan gitu juga kale.

Ya, gue gak tau apakah menjadi Kemenlu adalah cita-cita terakhir gue atau bukan tapi gue selalu berharap supaya Tuhan mau membantu gue untuk mewujudkan cita-cita gue ini. Gue bukan tanpa maksud mempunyai cita-cita setinggi ini, gue ingin membahagiakan orangtua gue dan gue ingin membuat mereka bangga karena punya anak seperti gue. Dan juga, gue ingin agar orang lain tahu bahwa gue yang sering mereka nilai "lemah dan gak bisa apa-apa" bisa jadi orang penting bagi negara. Asik.

Btw, gue abis nonton MTGW. HAHAHAHAHA.

Sincerely, Kyuto Karen.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Cita-cita

3 komentar:

Terima kasih sudah mampir. Silakan tinggalkan jejak dengan cara berkomentar di kolom komentar. Kalau ada waktu pasti dikunjungi balik. Salam! :)

Copyright © 2016 Kyuto Karen