I post random thoughts.

Saturday, August 22, 2015

Rokok, Apa Enaknya?

Awalnya bingung mau mengisi judulnya dengan kalimat apa, hehe. Sebelum larut dalam tulisan sebenarnya, aku ingin menyampaikan, tepatnya tanggal 23 Juni 2015 lalu seorang Penggiat Kampanye Anti Rokok (Robby Indra Wahyuda) meninggal dunia. Iya, dia mantan perokok yang baru sadar setelah "akibat" dari rokok merebut semua kebahagiaannya. Aku pribadi sih gak kenal siapa dia, malah baru tahu dia itu siapa setelah kabar kematiannya beredar. Kalian tahu iklan Anti Rokok di TV yang bintang iklannya adalah seorang perempuan? Iya, kurang lebih beliau seperti itu (tapi bedanya perempuan ini gak merokok, hanya ikut terkena dampak dari seorang perokok).

Menyedihkan, benda sekecil itu bisa dengan mudah membuat para penikmatnya mati dengan cara mengenaskan, bahkan sangat bodoh. Kalaupun memang kalian para perokok sekarang masih sehat-sehat saja berarti Tuhan masih memberikan kesempatan untuk hidup sehat tanpa rokok. Mungkin dampak besarnya gak terasa sekarang, tapi nanti. Atau mungkin dampak kecilnya sudah terasa dan akan berkembang menjadi lebih buruk jika masih merokok. Merokok memang gak berdosa. Setahuku, di Agama manapun tidak ada yang melarang umatnya untuk merokok, tapi di dalam Agamaku terdapat perintah untuk menjauhi segala macam yang membahayakan diri sendiri. Merokok itu membahayakan diri sendiri dan tentunya orang lain. Menurutku, merokok itu gak ada bedanya dengan bunuh diri. Hanya saja yang membedakan merokok dengan bunuh diri adalah: merokok menghabiskan banyak uang sebelum mati. Bayangin kalau sehari bisa habis satu bungkus, sebulan bisa habis berapa ratus ribu? Uang ratusan ribu yang kamu keluarkan setiap bulannya demi rokok mungkin bisa menyelamatkan anak terlantar di luar sana. Belum lagi kalau kamu terkena penyakit-penyakit yang serius yang biaya pengobatannya gak murah, hehe. Asap rokok dapat menyebabkan pencemaran udara dan sangat berbahaya jika dihirup oleh orang yang sama sekali gak bersalah. Mereka gak ngerokok kok ikut-ikutan kena dampaknya? Kurang lebih begitulah yang dialami oleh perempuan yang menjadi bintang iklan di iklan Anti Rokok di TV. Merokok juga merebut hak orang lain untuk dapat menghirup udara sehat tanpa campuran dari asap rokok.

Aku sih sama sekali gak tertarik dengan benda kecil itu karena aku masih ingin hidup sehat dengan orang-orang yang kusayangi, dan aku masih punya banyak mimpi yang belum kuwujudkan. Rasanya sayang jika harus mengorbankan semua mimpi dan orang-orang yang kusayangi demi rokok. Aku lebih memilih menghabiskan uangku untuk membeli permen mint yang menyegarkan di mulut dan tidak membahayakan orang lain dibanding membeli rokok yang rasanya sendiri aku gak bisa bayangin gimana, dari asapnya aja udah bikin dada sesak.

Yang lebih menyedihkan adalah mereka yang merokok hanya demi dianggap keren. Menurutku, merokok sama sekali tidak membuatmu terlihat keren. Malah membuatmu terlihat bodoh. Coba lihat, orang-orang sukses di luar sana, apakah mereka seorang perokok? Orang-orang di negara maju sana jarang loh yang ngerokok. Malah di sebuah negara maju penjualan rokok itu gak sembarangan. Salut.

Tulisan di atas hanya opiniku saja, wajar kalau gak suka. Tunjukkan ketidaksukaanmu dengan cara yang elegant dan tidak terlihat bodoh. Semoga Tuhan selalu memberikan kesempatan untuk kesekian kalinya. :)

"Merokok itu hakmu. Namun, untuk dapat menghirup udara segar itu juga hakku."—unknown.

Sincerely, Kyuto Karen.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Rokok, Apa Enaknya?

19 komentar:

  1. aku gak paham sama enaknya rokok...

    tapi lebih gak paham lagi enaknya rokok elektrik, apalagi yang wangi strawberry dan nyebar ke seluruh ruangan -__-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap! Haha, mending makan perment mint.

      Delete
  2. Wah saya perokok nih. Perokok pasif.
    Meski ga ngerokok, tapi saya berada di jalur netral, ga mau masuk golongan anti-rokok.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, memang gak semua orang yang gak ngerokok itu anti-rokok. Semua orang punya opininya masing-masing.

      Delete
  3. setuju. jangan ambil hak orang lain yg mau hirup udara segar.

    ReplyDelete
  4. Apa lagi kalo ada yg ngerokok di tempat makan, sedep udah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm, kayak kenal... ah, iya, jangankan ngerokok di tempat makan, di tempat umum yang bukan tempat makan aja udah bete banget.

      Delete
    2. Banyak orang yang ngrokok di angkutan umum juga, sebagai penumpang angkutan umum saya merasa teracuni

      Delete
    3. Banyak orang yang ngrokok di angkutan umum juga, sebagai penumpang angkutan umum saya merasa teracuni

      Delete
    4. Banyak orang yang ngrokok di angkutan umum juga, sebagai penumpang angkutan umum saya merasa teracuni

      Delete
    5. Ya, mungkin seharusnya dibuat tulisan "no smoking", ya? Ah tapi sopirnya juga terkadang malah ngerokok. Jalan terbaiknya: masker.

      Delete
  5. kalo aku mantan perokok :).. mulai sjk kuliah, tp pas nikah berhenti, krn request suami.. dan aku nurut lah... tp sbnrnya yg bikin aku bnr2 bisa berhenti itu, pas ngeliat foto wanita yg usianya jd kliatan tuaaa bgt gara2 rokok.. hahaha, lgs stop saat itu.. kyknya itu jauh lbh nakutin drpd gbr2 seram kanker mulut dll di bungkus rokok -__-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Bagus kalau sudah berhenti. Gak bagus juga kan untuk kesehatan? :)

      Delete
  6. saya bukan prokok jadi ga tau wkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, kamu bukan perokok. kamu blogger.

      Delete
  7. hahaha, tapi bagi perokok ada kenikmatan tersendiri gan :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir. Silakan tinggalkan jejak dengan cara berkomentar di kolom komentar. Kalau ada waktu pasti dikunjungi balik. Salam! :)

Copyright © 2016 Kyuto Karen