I post random thoughts.

Saturday, September 12, 2015

English Drama

Jadi anak SMA memang menyenangkan, sekaligus melelahkan. Bagaimana tidak? Wong setiap pertemuan selalu dikasih tugas. Apalagi tugas kelompok. Tepatnya pada hari Selasa, 8 September 2015 gue baru aja menampilkan drama bahasa Inggris. Kita hanya diberikan waktu satu minggu untuk mempersiapkannya. Dan jujur, itu gak cukup. Mengingat banyak sekali tugas kelompok yang diberikan oleh para guru. Tapi gue, tepatnya kami semua berhasil menampilkannya dengan baik. Jelas, dramanya berhasil karena ada gue-nya. *dikeroyok*

Like a boss

Kelompok gue berisikan 7 jiwa perempuan (gue gak bisa menyebut mereka perempuan yang sebenarnya, karena masih ada keraguan) dan 2 jiwa maho. Tema yang kita ambil adalah menonton konser. Jadi, 2 maho ini berperan menjadi idol. Iya, idol maho gitu. Kayak yang di game otome-otome gitu. Eh, gak, idol maskulin dong. Dan 7 orang sisanya bertugas menjadi fans mereka dan MC. Beruntungnya, gue gak jadi fans-fans alaynya mereka. Gue Jadi MC. Enak sih jadi MC itu gak perlu teriak-teriak kayak para fans. Yang ada 2 maho itu malah terbang lagi gue teriakkin.

Kita ngumpul-ngumpul cuma tiga hari. Hari pertama bikin naskahnya dan itu masih dalam bahasa Indonesia. Hari kedua diterjemahin ke dalam bahasa Inggris. Dan hari terakhir kita prakteknya. Dan 2 maho itu malah main-main prakteknya. Gue udah bete banget kan ya.  Gue merasa, "wah, besok pasti gagal nih", dan ternyata ya, hampir gagal. Tapi gurunya kayak ketawa-ketawa aja gitu. Sepertinya kita kelompok paling heboh. Tapi tetap aja, gue malu bangeeeet. :(

Nah, pas drama berlangsung ada kejadian yang kalau diingat sampai sekarang bikin terbang ke langit ke-7. Kelompok gue kan temanya konser, kan otomatis harus ada panggungnya. Awalnya kita mau pakai podium buat panggungnya, tapi di dekat podium ada yang olahraga. Akhirnya panggungnya diganti dengan kursi. Gue dan kedua orang maho itu kan naik ke atas kursi, nah sebelum gue naik ke atas kursi gue tuh kayak malu gitu. Maklum, gue orangnya pemalu. (/-\)
Salah satu dari dua orang maho itu malah mengulurkan tangannya seraya berkata, "nih, gue bantuin". Ah, gue lupa kata-kata persisnya seperti apa, kurang lebih seperti itu.

DEMI APAPUN GUE LANGSUNG SALTING SENDIRI! Bukannya naik ke atas bangku gue malah naik ke atas langit. Gak gitu.

Setelah itu gue langsung naik ke atas bangku alias panggung khayalan itu. Tenang, gue naiknya sendiri, kok, gak pake dibantuin segala. Apalagi pake bantuan uluran tangan. Aku kan mandiri gitu.

Oke, drama selesai. Gak mungkin gue ceritain kronologisnya seperti apa. Toh kalian juga gak mau tau, kan? *baper*

Bawannya laper.

Tanpa disangka-sangka, ternyata dramanya berhasil dan gurunya malah kayak senang gitu. Pengalaman kelompok drama yang menyenangkan! Terimakasih karena telah mengorbankan diri kalian untuk dipermalukan, terimakasih karena telah membuat semuanya berjalan dengan lancar, dan tentunya, terimakasih karena kalian telah memberikan pencerahan bagi gue untuk nulis. Dan tentunya gue ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada pembaca yang udah sukarela membaca tulisan absurd ini.

Whatever happens, we've done our best. Lets God do the rest. Asik.

Sincerely, Kyuto Karen.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : English Drama

2 komentar:

Terima kasih sudah mampir. Silakan tinggalkan jejak dengan cara berkomentar di kolom komentar. Kalau ada waktu pasti dikunjungi balik. Salam! :)

Copyright © 2016 Kyuto Karen