I post random thoughts.

Friday, September 25, 2015

Perihal Menulis, Introvert Ahlinya!

Setiap orang selalu diberikan kekurangan dan juga kelebihan oleh Tuhan. Yang pandai berbicara belum tentu pandai menulis dan sebaliknya. Gue termasuk yang kedua, pandai menulis tapi gak pandai berbicara. Oh, rasanya terlalu sombong kalau gue menyebut diri gue pandai menulis. Yaudah, bisa menulis namun gak pandai berbicara. Semua orang pasti bisa berbicara dan tentunya bisa menulis. Namun tidak semua bisa menyajikannya dalam bentuk yang baik.

Gue sangat suka menulis dari SD. Dimulai dari hobi gue yang suka menulis buku diary pada kelas 6 SD. Kemudian saat SMP gue mencoba membuat blog tapi isinya masih sangat gak jelas. Ya, walaupun sekarang blog gue juga gak jelas, sih... tapi setidaknya blog gue yang sekarang lebih baik daripada blog gue semasa SMP dulu. Ya, gue udah belajar banyak hal tentang tulis-menulis. Termasuk menulis nama kamu di hati ini.

Bisa dibilang menulis adalah keahilan para introvert. Gue setuju. Karena seorang John Green pun pernah berkata demikian.

"Writing is something you do alone. It's a profession for introverts who want to tell you a story but don't want to make eye contact while doing it."—John Green.

Ya. Gue pun begitu. Gue ingin menceritakan banyak pengalaman gue selama menjomblo yang gue yakin pengalaman gue ini bisa bikin kalian tutup kuping dan ambil kantung muntah. Namun gue terlalu malu. Gue kurang percaya diri. Sampai saat ini sepertinya itu lah kekurangan terbesar gue. Dan gue bersyukur gue bisa menutupi kekurangan gue itu dengan kelebihan gue dalam menulis. Seperti yang gue katakan di atas, "Semua orang bisa menulis namun sedikit yang bisa mengembangkannya". Bukan bermaksud sombong, tapi memang begitu.

Gue sering banget mendapatkan pertanyaan, tunggu... kalian gak mikir kalau pertanyaan yang gue dapet ini, "kapan nikah?", kan? Beruntungnya, pertanyaan yang gue dapatkan bukan seputar percintaan namun seputar kepribadian gue yang berbeda.

"Kok lu kalau di dunia maya kayak seru gitu tapi kalau di dunia nyata diem aja?"

Sejujurnya, gue terluka ketika mereka melemparkan pertanyaan itu. Mereka jahat. Mereka gak tau apa kalau aku ini mudah tersakiti. Aku membutuhkan bahu ketika tersakiti sementara gak ada yang mau bahunya di-senderi sama aku. :(

Ndak papa, masih ada lantai untuk bersujud, kok!

Jangan baper, orang gue cuma iseng.

Balik lagi. Sepertinya, kata-katanya John Green yang gue tulis di atas bisa menjawab beberapa pertanyaan tersebut. Gue ingin menceritakan sesuatu namun gue gak tau bagaimana menguasai diri sendiri saat di hadapan banyak orang. Jadi, belum cerita-cerita aja gue udah deg-degan duluan. Hehe. Jadi, mohon dimaklumi, ya?

Awalnya gue bikin blog karena disuruh bokap gue. Doi ngajarin gue gimana caranya berkarya di dunia maya. Dan doi lah yang selalu nawarin gue template blog.

Yang terakhir apa banget.

Tanpa bokap gue dan masa jomblo gue yang sudah menjamur ini gue gak akan bisa menyajikan bacaan absurd untuk kalian. Iya, itu alasan kenapa gue sampai saat ini menjomblo. Karena gue ingin selalu menyajikan kisah-kisah pedih saat menjomblo kepada kalian. Kalau gue pacaran kan kalian gak bisa baca kisah-kisah jomblo gue. Nanti yang ada kalian iri baca kisah-kisah romantis gue dengannya.

Gak deh. Gue menjomblo karena memang gak ada yang mau. Sedih gak? Sedihnya ngalahin anime Clannad dan diselingkuhin.

Oke, balik lagi. Awalnya gue gak terlalu niat untuk ngeblog. Tapi lama-kelamaan kok menulis itu bikin lega? Yakali. Emang buang hajat. Seru aja, gitu... Awalnya gue kesal sih waktu ada salah satu teman di kelas gue yang bilang kalau blog gue isinya curhatan semua. Setelah gue dalami lagi ternyata 99% tulisan gue itu berisi tentang curhatan gue. Meskipun begitu, selalu ada pelajaran yang dapat kalian ambil, kok! Hehehe.

Tapi gak cuma blog gue, kok, yang berisi tentang curhatan-curhatan alay. Bahkan blogger-blogger terkenal juga masih suka curhat di blog. Ya, tida apa-apa. Selama gak ngerugiin orang lain. Hehe.

Bagi orang-orang yang gak pandai berbicara seperti gue blog itu bagaikan teman dan menulis itu seperti sedang curhat sama teman, yaitu si blog. Menulis dijadikan ajang pembuktian bahwa kami para introvert pun bisa seperti kalian para extrovert—menceritakan semuanya dengan bebas dan tanpa beban, namun kami punya cara yang berbeda dengan kalian. Setiap ada kejadian apapun pasti langsung gue tulis di notepad. Dan memang gue pernah baca di blog orang lain, "Jangan lewatkan satu hari tanpa menulis". Kira-kira seperti itu intinya. Urusan mau di-post di blog atau nggak, itu urusan belakangan. Kalau memang mau di-post di blog, kan tinggal dikembangkan bentuknya.

Gue selalu menyisipkan lelucon-lelucon yang memang sangat garing. Karena gue bukan pelawak dan gue gak pandai dalam membuat lelucon. Ya... daripada copy paste lelucon orang lain, heueheuehe. Karena gue orangnya menghargai karya orang lain banget. Meskipun hanya satu atau dua kata, kalau itu bukan kata-kata gue, gue gak akan ngaku-ngaku kalau itu kata-kata gue. Gue akan menyisipkan dari mana kata-kata itu berasal. Karena gue tahu bagaimana rasanya ketika karya yang udah dibuat dengan susah payah diakuin orang lain begitu aja. Dan bodohnya, orang lain pun percaya. Orang bodoh dibodohi orang bodoh.

Melihat orang lain membaca tulisan gue, gue jadi semangat buat nulis. Apalagi kalau ada yang beri masukan. Kalau mereka memberikan masukan untuk gue berarti mereka mendukung gue buat menulis. Mereka mau tulisan gue jadi lebih baik dan blog gue jadi lebih maju. Gak perlu pujian, asal kalian baca blog gue dengan ikhlas gue jadi senang. :) pujian bagi gue hanyalah sebuah bonus. Tapi gue gak munafik, dipuji memang membuat senang.

Gak kode minta dipuji, lho, ya...

Aku cuma minta hati kamu aja, kok. Itu udah cukup.

Apaan.

Terkadang gue suka bingung menentukan bagaimana ending tulisan gue dan bagaimana openingnya. Maka dari itu harap dimaklumi kalau ending dan opening tulisan-tulisan gue gak jelas dan garing. Contohnya kayak sekarang, gue bingung mau menutup tulisan ini kayak gimana. Yaudah, sekian tulisan kali ini. Buat kalian yang sudah setia membaca tulisan-tulisan gue, terima kasih, ya! Jangan sungkan untuk memberi masukan dan peringati gue kalau gue salah, oke? Jangan bosen-bosen mampir, ya!

Sincerely, Kyuto Karen.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Perihal Menulis, Introvert Ahlinya!

16 komentar:

  1. hai karen salam kenal.. seru juga ni postingannya.. dah emang iya, nulis tuh ternyata kesenangannya kaum introert ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal, mbak! Iya, memang kesenangannya si introvert.

      Delete
  2. Sama persis, gue juga tipe orang yg ga jago ngomong. Tapi, giliran udah nge-blog gue bisa panjang lebar cerita apapun, dan ya akan menemukan kepuasan sendiri setelah nulis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah... kirain hanya gue seorang yang seperti itu. Iya, nge-blog memang melepas beban dan penat banget. Haha.

      Delete
  3. yeees, i am introvert. aku lebih suka nulisin dari pada ngomong panjang lebar. tampaknya menulis itu kebanyakn dunianya anak introvert^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap. Bagi introvert menulis memang lebih mudah dibanding berbicara langsung. Eh, tergantung deh. XD

      Delete
  4. Tuhan memang maha adil kan, baik introvert maupun ekstrovert sama-sama dikasih kelebihan dan kekurangan hehe. Btw, quote-nya John Green keren tuh.

    Kalo gua, pertama kali ngeblog karena terdorong temen yang udah punya blog lebih dulu dan bisa manfaatin dengan baik. Lama-lama, ngerasa blog berasa "kamar pribadi" yang mesti dirawat sebaik mungkin. Dulu kalo mau publish tulisan sendiri rasanya ngga pede, tapi pas udah nemu keberanian, sedikit demi sedikit muncul perasaan lega :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sampai sekarang gue masih gak pede sih kalau mau ngeposting tulisan, haha. Merasa tulisan sendiri belum "cukup" dan selalu membandingkannya dengan tulisan orang lain.

      Delete
  5. Love this article, sekarang Introvert juga bisa "bersuara" dan blog lah solusinya... :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cuma artikelnya aja yang di-love? Penulis artikelnya gak di-love? Eh, apaan... yap, blog memang sahabat terbaik.

      Delete
  6. Kalo orang yang gak pandai menulis sama ngomong itu trmasuk apa?

    ReplyDelete
  7. true banget! Gue salah satunya, gue dirumah jadi lebih sering gaul di dunia maya, entah ngalay di fb or twitter, but gue gue juga suka nulis story di blog.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, tidak apa-apa, itu udah bagus. Hehe.

      Delete

Terima kasih sudah mampir. Silakan tinggalkan jejak dengan cara berkomentar di kolom komentar. Kalau ada waktu pasti dikunjungi balik. Salam! :)

Copyright © 2016 Kyuto Karen