I post random thoughts.

Sunday, October 25, 2015

Dua Tanda Sayang yang Sering Salah Diartikan

Setiap orang menunjukkan tanda sayangnya kepada seseorang yang mereka sayangi dengan cara yang berbeda-beda. Dan banyak sekali orang yang salah mengartikan tanda sayang ini. Tanda sayang yang sangat umum adalah cemburu.

Yap. Cemburu = tanda sayang, gak cemburu sama dengan gak sayang? Setuju gak? Aku sih no, gak tau kalau mas Anang. Ya, jelas, gue gak setuju karena gue termasuk orang yang gak cemburuan. Dan gue termasuk orang yang sangaaaaat anti menangisi lawan jenis. Gengsi, keles! Apa, ya... menurut gue menangisi lawan jenis itu seperti menunjukkan bahwa kita adalah pribadi yang lemah. Sementara gue gak mau dinilai lemah meskipun kenyataannya memang begichu. Begichu. Begitu luchu.

Apaan. Luchu emangnya Viny.

Eh, kita kan lagi ngomongin cemburu, ya? Yaudah, balik lagi.

Salah besar kalau kalian mengartikan cemburu sebagai tanda sayang. Justru kalau kalian sayang, kalian akan percaya sama mereka dan gak akan cemburu. Tapi cemburu itu semacam bukti kalau kita takut kehilangan, kan? Ya, memang benar. Kita cemburu, eh, gak, kalian cemburu karena kalian gak mau kehilangan doi padahal doi itu kan milik Tuhan dan bisa saja suatu saat Tuhan mengambil doi kalian itu. Itu semacam tanda bahwa kalian egois. Maunya memiliki doi selamanya.

Dan, bokap gue pernah berkata: kalau cemburu itu kan tanda kalau takut kehilangan, tapi ya harus dijaga juga lah biar gak kehilangan. Jangan asal cemburu aja!

Gak persis seperti yang diomongin bokap gue tapi intinya sama. Gue setuju dengan omongan bokap gue pada saat itu.

Cemburu memang perlu, asal jangan berlebihan. Dan jujur, dicemburui oleh orang yang kita sayangi memang menyenangkan tapi kalau dikit-dikit cemburu itu malah membuat gak nyaman. Mau pergi keluar beli gorengan anget-anget aja ditanyain sederet pertanyaan yang lebih banyak dari anggota jeketi papat lapan.

"Kamu mau kemana? Mau ke rumah selingkuhan kamu, ya? Ya, kan? Hayo ngaku! Tuh, kan, bener! Ihhhhh". Belum juga dijawab udah menyimpulkan dengan sendirinya aja. Kalau gitu, buat apa bertanya? Cewek cemburu itu lucu tapi kalau berlebihan kayak gini malah bikin rancu. Ya, pokoknya cemburulah pada porsinya.

Ada lagi yang menyimpulkan bahwa perhatian adalah tanda sayang yang lainnya. Gue setuju dalam hal ini. Perhatian memang tanda sayang. Taaapii... perhatian yang kayak gimana dulu, nih? Kalau sekadar kata-kata, sih, bukan perhatian namanya!

"Udah makan? Jangan lupa makan, ya". Yak. Kalau itu, sih, basa-basi. Kalau perhatian mah langsung datangi rumahnya terus bawa martabak anget-anget makan berdua kan romantis, ya, dibanding cuma diwujudkan dalam kata-kata mah basi banget.

Dan kebetulan sekali, gue orangnya kurang mempercayai omongan tanpa tindakan. Percuma ngomong sayang seribu kali kalau tindakannya gak pernah menunjukkan apa yang diomongin. I prefer action than word. Talk less, do more. Asik.

Eh.

Eh.

Lagipula, siapa yang sayang sama lu, coy? Yak. Anggap saja ada, gitu. Biar senang. Senang gak? Nggak. Wong yang sayang bukan dia.

Apa, sih?

Ya, intinya kalau kita sayang sama seseorang, kita akan membiarkan mereka. Maksudnya adalah kita gak akan membatasi kehidupan mereka seperti cemburu-cemburu gak jelas sama pasangan kita. Apalagi sampai melarang sang pasangan untuk tidak bergaul dengan lawan jenis. Aduh, plis, deh, itu norak banget! Kalau kalian punya pacar kayak gitu, putusin! Pacar apaan yang melarang-larang buat berteman? Di mana-mana ya dahulukan teman dibanding pacar. Eits, tapi kalian yang suka gaul dengan lawan jenis dan sudah berstatus harus tahu diri juga, lah! Udah tau punya pacar masa masih aja cipika-cipiki sama teman yang lawan jenis?

Sincerely, Kyuto Karen.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Dua Tanda Sayang yang Sering Salah Diartikan

3 komentar:

Terima kasih sudah mampir. Silakan tinggalkan jejak dengan cara berkomentar di kolom komentar. Kalau ada waktu pasti dikunjungi balik. Salam! :)

Copyright © 2016 Kyuto Karen