I post random thoughts.

Wednesday, November 18, 2015

FFCAMP 2015: My First Adventure.

Setelah kalian membaca judul tulisan ini mungkin kalian akan langsung berpikir bahwa tulisan ini gak jelas dan hanya bikin boring. Memang begitu adanya, namun kalian tetap dapat pelajaran dari setiap tulisan gue. Gak percaya? Bacain aja satu-satu.

Tanggal 13 - 14 November 2015 gue mengikuti kegiatan kemah dari sekolah. Tapi kemah ini tuh bukan seperti kemah di pramuka gitu tapi lebih kepada ekstrakulikuler.

Awalnya gue malas gitu kan ya ikut FFCAMPFamily Four Camping, karena gue satu grup sama orang-orang yang gue kurang suka sama mereka. Eh, akhirnya gue ikut juga. Awalnya gue pikir dua hari ini bakal menjadi hari-hari yang paling menyeramkan dalam hidup gue dan ternyata nggak. Justru itu malah menjadi hari-hari yang menyenangkan.

Kami semua berangkat pada pukul 7 pagi pada hari Jumat. Ngaret parah. Padahal di surat undangannya jam 5 pagi berangkat. Mana gue udah berangkat buru-buru sampai ada sesuatu yang ketinggalan dan harus rela-relain balik lagi ngambil barang itu. Kan rumah gue jauh gitu ya, harus pake helm dua.

Kalau tau berangkatnya masih lama mending gue nonton spongebob dulu di rumah.

Kita berangkat menggunakan mobil TNI, gue merasa seperti banci yang ketangkap basah sama satpol pp. Kita semua berdesak-desakan di dalam mobil itu, mana semuanya gak gue kenal. Garing banget deh pokoknya suasananya.

Kita sampai di sana, hmm gak tau pukul berapa, mungkin sekitar pukul 9/10 gitu. Langsung melaksanakan upacara pembukaan gitu. Yang jelas itu lama banget dan sangat panas. Selesai upacara kami semua langsung digiring menuju tenda. DEMI APAPUN UDAH KEK TENDA PENGUNGSIAN. Gue hanya menaruh tas dan lalu ke luar tenda. Setelah itu kami semua diperintahkan untuk masak. Nah, di sini gue punya cerita yang bikin kalian sadar mengapa gue kurang suka sama beberapa orang seperti yang gue sebutkan di atas.

Jadi, kita ini masak makanan yang mudah dimasak gitu kayak nugget, sosis, dan tempe goreng. Itu kan cuma digoreng aja. Ada lah beberapa orang yang serakah. Bukan serakah dalam makannya tapi serakah dalam masaknya. Dia dia mulu yang ngerjain giliran besoknya baru ngomongin di belakang, "Udah nanti anak kelas 10 aja yang masak, kemarin anak kelas 11 udah masak. Mentang-mentang ada kakak kelas jadi semuanya di-ituin ke kakak kelasnya". Huft. Lagipula siapa yang nyuruh situ masak, sist? Kan situ sendiri yang mau. Gue mau bantuin goreng aja malah dibilang, "Udah gak usah, udah mau matang kok".

Yak. Jadi adik kelas memang serba salah.

Selesai masak, kami semua diperintahkan untuk sholat dzuhur. Ngantri. Eh, pas kebagian sholat tiba-tiba sirinenya bunyi. Itu menandakan kita harus berkumpul. Tadinya teman gue memutuskan untuk kumpul dulu lalu gue menyarani untuk sholat dulu. Yaudah, akhirnya kita sholat dulu. Selesai sholat langsung buru-buru ngumpul.

"Itu kenapa masih pake sandal? Pake sepatu, dek!"

Akhirnya gue langsung lari ngambil sepatu. Anjir memang. Ternyata itu tuh acara kumpul-kumpul bersama ekskulnya masing-masing. Acara ini lebih pantas disebut acara baris-berbaris. Sebetulnya ekskul lain sih ada acara pelantikan gitu tapi karena ekskul gue sudah melaksanakan pelantikan dua minggu yang lalu jadinya kami hanya dibariskan sambil ditatar. Sebetulnya gue gak ditatar. Memang kalau ada acara tatar-tataran gitu gue jarang banget kena. Hamdallah, rezeki anak sholeh. Gue hanya ditanyain sama seniornya.
Doi:"Saya siapa?"
Gue:"Hehe, gak tau."
Doi:"Sama pendampingnya sendiri kamu gak tau?"
Gue:"Oh, kak #$%&*-+?"

Awkward moment. Ternyata doi pendamping gue dan senior gue di ekskul. Ya ampun, gue yakin itu senior sakit banget melebihi diselingkuhin. Maaf, ya, kakak. :(

Gitu doang sih. Gue hanya ditanyai itu dan gak ditatar-tatar. Gue pribadi sih punya jurus sendiri biar gak kena sasaran.

Pertama, kita harus turutin apa mau senior. Ingat, senior selalu benar. Ya, misalnya tatapan kamu harus selalu ke depan dan gak boleh melirik ke mana-mana. Serius, lho, banyak yang kena omel hanya gara-gara melirik-lirik. Kedua, kalau ditanya jawab aja gak usah takut dibilang nyautin gitu. Nanti kalau gak dijawab malah dibilang, "Kamu gak punya mulut?!", "Kamu pikir kakaknya tembok?!". Yak, terkadang, eh, bukan terkadang tapi selalu, adik kelas selalu salah.

Yak. Kurang lebih itu lah jurus jitu gue agar terhindar dari omelan kakak kelas. Pokoknya jangan cari-cari kesalahan. Cari tuh pacar, jangan kesalahan.

Setelah ditatar-tatar akhirnya kami disuruh duduk di lapangan. Waktu itu sudah sore dan mendung. Awalnya ekskul gue mau ngerayain ulang tahun ekskul yang ke-2 eh diundur karena hujan. Yaudah, akhirnya kami neduh terlebih dahulu. Dan di saat ekskul gue lagi asik-asiknya neduh ada beberapa anak dari ekskul lain yang nyamperin. Ternyata mereka lagi pelantikan dan senior mereka menyerahkan barang ekskul seperti pin, baju, atau bahkan rompi ke senior ekskul gue. Banyak yang mohon-mohon ke senior ekskul gue. Dan gue pun kena imbasnya. Gue disuruh ngajarin salah satu dari anak ekskul lain buat ngajarin mereka perkenalan dalam bahasa Jepang karena senior gue meminta mereka untuk memperkenalkan diri dalam bahasa Jepang. Di situ gue dipanggil "kakak" padahal seumuran. Aduh, jimayu.

Waktu itu masih hujan. Karena gue gabut banget yaudah gue mainin air hujan aja. Gapapa, daripada mainin perasaan orang.

Hujannya udah reda, kita semua disuruh balik ke tenda lalu disuruh sholat ashar. Seusai sholat ashar kita semua disuruh berkumpul sesuai ekskulnya masing-masing. Ngumpul lagi tuh gue sama ekskul gue. Kami (gue dan teman-teman ekskul) merayakan ulangtahun ekskul gue yang ke-2. Setelah itu makan-makan. Cuma makan-makan kue kering gitu sih kayak chiki-chikian, tapi nikmat!

Oke, seusai itu kami semua peserta FFCAMP diberi materi oleh para TNI. Gak usah diceritain ya, gue juga agak lupa. Acara selanjutnya adalah penampilan dari tiap-tiap ekskul. Ekskul gue tampil paling akhir. Sedih banget. Awalnya ekskul gue ingin menyanyikan lagu Himawari no Yakusoku soundtracknya Stand By Me Doraemon, eh tiba-tiba diganti jadi flashmob gak jelas. Mana di tengah-tengah penampilan diberhentiin gara-gara ada sesuatu. Mana gue ngantuk banget lagi jadi gue lemas banget pada saat itu. Acara penampilan ekskul selesai pukul 23.30 kurang lebih. Lalu kita disuruh tidur. Gue mencoba untuk tidur dalam keadaan ingin buang air kecil. Sebetulnya gak dilarang sih ke toilet. Tapi toiletnya lumayan jauh dan itu tuh udah malam, gelap. Akhirnya gue tahan. Dan akhirnya gue ketiduran. Gue terbangun karena mendengar suara isak tangis pengakuan penjual bakso tikus. Eh, nggak, suara isak tangis seorang perempuan yang gue gak tau namanya dan gak mau tau juga. Saat itu sudah mulai banyak suara orang mengaji. Serius, adem banget. Gue hanya tidur setengah jam, gak bisa tidur. Sekitar pukul 00.30 kami semua dibangunkan dan disuruh keluar. Ini bagian yang paling gue suka, post to post. Kita melewati tiga post gitu dan post paling seru ya di post tiga. Lanjut ke post tiga aja ya. Untuk memasuki post tiga kami disuruh jalan jongkok lalu lari. Setelah itu kami ditatar. Gue gak kena. Cuma ditanyain, "Kamu ngantuk?", padahal gue gak ngantuk, memang mata gue aja yang dari sananya begini. Huft.

Selesai post to post matahari sudah mulai bangun, kami diarahkan untuk olahraga lalu makan bersama. Setiap hari gue makan dan dengan lauk-pauk yang berbeda dari hari ke hari. Tapi makan kali ini terasa sangat berkesan. Hanya makan dengan nasi, mie, tempe goreng, nugget, dan sosis tapi yang bikin berkesan adalah makanan ini harus diaduk-aduk menggunakan tangan sendiri lalu diaduk menggunakan tangan orang lain. Bayangin dong segala macam bakteri terkumpul di makanan itu. Gue sih gak merasa jijik atau gimana, senang malah. Hahaha. Senang menertawakan orang yang merasa jijik dengan hal-hal seperti itu, padahal mereka justru lebih menjijikan.

Setelah makan, kami semua diperintahkan untuk mengganti baju menjadi putih abu-abu. Yeay, pulaaangg! Tapi gak langsung pulang gitu aja, ada acara sertijab dulu. Serah Terima Jabatan bagi yang gak tau.

Jadi sertijab ini kayak ada penggantian struktur di ekskul masing-masing gitu. Mulai dari ketua ekskul, wakil, dan lain-lain. Ketua ekskul gue pun ganti. Dulu cowok sekarang cewek. Jaman sudah berubah, coy!

Setelah sertijab kita foto-foto, setelah itu pulang. Kalau ada yang tanya, bagian mana yang paling gue senangi? Jawabannya adalah, pas bagian ini, pas pulang. Serius, I miss my home sweet home. Rindu akan bau masakan Ibu. Dan, kalian tau apa? Mantan ketua ekskul gue yang seusai sertijab nangis-nangisan malah sok-sok ngelucu gitu pas di jalan pulang. Sok kuat, huh!

Fyi aja, Ini adalah camping pertama gue, jadi gue gak bisa membandingkan mana yang lebih baik. Secara keseluruhan camping kali ini menyenangkan. Tapi ada beberapa hal yang gue kurang suka. Mulai dari kami semua dibentuk per-regu, serius, gue merasa terganggu sama regu gue sendiri. Banyak yang egois. Ini acara ekskul tapi kenapa kita malah disatukan dalam regu? Kenapa gak per-ekskul aja? Kalau jawabannya adalah agar kami menjadi akrab, gue rasa salah besar. Mungkin itu menurut situ, tapi tidak menurut gue, dan gue yakin beberapa orang pun juga seperti gue. Plis, lah, jangan hanya mementingkan mereka yang mayoritasnya mudah bergaul, gue merasa tersiksa sebagai minoritas. Dan, satu lagi, ada beberapa panitia yang menganggap kondisi fisik pesertanya itu gak penting. Kalau anak orang mati dalam acara kek gitu, lo mau tanggung jawab? Ujung-ujungnya nama sekolah juga yang jelek. Tolong deh buat panitia selanjutnya kalau mau ngadain acara seperti ini, tolong di-review tahun-tahun sebelumnya kayak gimana, dan pertimbangkan juga dampak untuk orang lain.

Btw, ini ada foto gue bersama teman-teman ekskul, hehe. Watashitachi? Nihon no Seishin!

Sincerely, Kyuto Karen.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : FFCAMP 2015: My First Adventure.

6 komentar:

Terima kasih sudah mampir. Silakan tinggalkan jejak dengan cara berkomentar di kolom komentar. Kalau ada waktu pasti dikunjungi balik. Salam! :)

Copyright © 2016 Kyuto Karen