I post random thoughts.

Saturday, December 19, 2015

Ngomongin Cinta, Yuk?

Cinta. Apa itu Cinta? Mantan gebetannya Rangga? Iya, itu memang Cinta. Tapi bukan Cinta yang itu yang gue maksud. Gue gak ngerti apa itu cinta bahkan gak mau ngerti. Tapi akhir-akhir ini gue mengalami sesuatu yang banyak orang mengartikan itu adalah cinta. Sedih. Teman-teman kenal apa itu cinta sementara gue nggak. Ya, mungkin Cinta-nya yang gak mau kenalan sama gue. Jelas, siapa juga yang mau kenalan sama makhluk absurd macam gue? Kalau di antara kalian yang baca tulisan ini dalam hati bilang, "ada, kok: gue", mungkin kalian harus banyak-banyak makan wortel.

Jujur aja, gue memang gak mau jatuh cinta karena memang jatuh cinta itu gak enak. Enakan juga nasi Padang bikin kenyang. Lah, cinta? Bisa bikin kenyang gak? Bisanya bikin sakit hati doang.

Akhirnya, gue mengalami fase-fase jatuh cinta juga. Gue kira gue gak akan merasakan apa itu cinta, ternyata gue salah besar. Gak perlu gue ceritain, ya, kepada siapa gue jatuh cinta. Itu merupakan rahasia negara (Emangnya soal UN).

Gue tipe orang yang gak pernah mau menyatakan perasaan gue duluan. Bukan apa-apa, iman gue belum cukup kuat untuk mendengar alasan yang konyol. Ya, kalau langsung ditolak dengan jawaban, "maaf, gue gak suka sama lu", itu sih gapapa menurut gue. Lah, kalau ditolak dengan basa-basi dulu gimana?
A:"Gue tuh sebetulnya ada perasaan sama lu, lu mau gak..."
B:"Maaf, kamu terlalu baik buat aku."

Tau gini gue jahat aja ke elu. Jadi orang baik memang susah. Kalau gak diputusin, ditolak, di-friendzone-in, ya dimanfaatin. Huft. Sabar, ya, wahai orang-orang baik.

Ceritanya gue mengutarakan perasaan sembari menonton kembang api.
A:"Gue tuh suka sama lu"
B:"Gue juga suka... kembang api."
ANJAY. Yang pernah nonton anime tentang komikus gitu pasti tau.

A:"Selama ini gue suka sama lu"
B:"Aku juga suka kamu sebagai teman. Kita kan udah bertem..."
A:"Basi! Madingnya udah dibawa Rangga traveling".
Ini friendzone. Sakitnya melebihi melihat pacar selingkuh dengan teman sendiri. Atau bahkan melihat gebetan ditikung oleh teman sendiri. Kokoro aing pecah tak beraturan.

Eh, tapi jangan dibawa baper dulu, siapa tau aja yang dimaksud teman itu adalah teman hidup. EHE.

A:"I like you"
B:"Thank you."
Ini lebih parah dari friendzone, adik-kakak-zone, tetangga-zone, musuh-zone, dan zone-zone lainnya. Thank-you-zone.

Ya. Intinya gitu. Gue gak mau beberapa kejadian di atas terjadi dalam kisah cinta gue. Biarlah gue menjomblo seribu tahun lamanya, asal gak mengalami kejadian-kejadian di atas. Eh, jangan seribu tahun juga... Dan lagipula gue lebih bahagia sendiri dan jatuh cinta kepada sosok perempuan yang bernyanyi dan menari di atas panggung dibanding jatuh cinta kepada orang-orang terdekat. Kalau jatuh cinta sama orang-orang terdekat jatuhnya malah jadi kayak canggung setiap kali mau ketemu. Dan lagipula, jatuh cinta sama orang-orang terdekat itu, ketika kita berusaha melupakannya, pasti susah. Sebab tiap hari kita dipertemukan. Meski bibir menolaknya tapi hati? Hati gak bisa bohong. Ya... ikuti kata hati. Abaikan kata orang lain apalagi gengsi. Jangan sampai seperti lagunya The Passenger yang Let Her Go atau lagunya Adera yang Terlambat, yaaaa!

Eh, curhat banget nih?

Ya, gapapa. Daripada ngomongin orang, dosa, 'kan mending ngomongin isi hati.

Sebetulnya gak gitu juga. Gue gak mau mengutarakan perasaan gue duluan karena gue bukan pejuang cinta. Gue tipe orang yang menyukai seseorang dari jarak jauh. Aku bahagia, kok, melihat kamu dari sini juga, asalkan kamu bahagia. Asik.

Tapi gak bahagia kalau kamu sama orang lain.

Ya, gue kalau ada rasa sama seseorang gue biarin aja, gitu. Gak ada usaha-usaha khusus untuk orang tersebut. Pecundang? Hell no. Gue akan memperjuangkan apa yang layak menurut gue. Dan... cinta, sekarang bukan menjadi sesuatu yang layak untuk gue perjuangin. Mengingat terlalu banyak orang yang menyia-nyiakan perjuangan gue. Maaf, cinta, gue lebih memperjuangkan harvest moon.

Btw, maaf, tulisan kali ini sangat tidak berfaedah. Eh, tunggu... emang tulisan gue yang mana yang berfaedah? Kan tulisan gue selama ini tida jelas dan tida berfaedah semua. Yaudah, kita akhiri tulisan tida berfaedah ini.

Note: Sesungguhnya tulisan di atas hanyalah rekayasa belaka. Mohon maaf bila ada kesamaan ide.

Sincerely, Kyuto Karen.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Ngomongin Cinta, Yuk?

10 komentar:

  1. Tulisannya udah rapi. Tapi, isinya masih kurang. Tegas. Coba cintanya diperjelas lagi, mungkin bakal nambah greget pembaca(misalnya, banyak tentang cewek yg disuka atau mantan.)

    Keseluruhan lumayan, tetep lanjut nulis sampe punchline-nya ngena.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Isinya emang gak banget, hahaha. Banyak tentang cewek yang disuka? Hmm, maksudnya seputar percintaan pribadi? Akan dicoba! Btw, terima kasih kritikannya, berguna banget. :D

      Delete
  2. Cuma satu pesanku : Jadilah jomblo bermanfaat. Udah gitu aja. Singkat, padat gak jelas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih mending pesanmu deh meski (menurutmu) gak jelas tapi singkat, lah tulisanku? Panjang, gak jelas pula. Huhu.

      Delete
  3. yoi.. tidak memperjuangkan cinta bukan berarti pecundang. cuma berpikir kritis. akan ada saatnya dimana cinta layak untuk benar2 diperjuangkan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap. Biasanya cinta yang benar-benar yang layak untuk diperjuangkan.

      Delete
  4. lucu sih kalo ngomongin cinta, gapernah ada abisnya kalo ngomongin cinta hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Soalnya kalau ngomongin cinta selalu inget dia dan ujung-ujungnya bikin kangen. He he. Btw, saya suka banget blognya. Salam kenal. :)

      Delete

Terima kasih sudah mampir. Silakan tinggalkan jejak dengan cara berkomentar di kolom komentar. Kalau ada waktu pasti dikunjungi balik. Salam! :)

Copyright © 2016 Kyuto Karen