I post random thoughts.

Friday, January 22, 2016

Untitled.

Rabu, 20 Januari 2016. Seorang  perempuan membawa sejumlah amplop berwarna coklat masuk ke dalam kelas matematika dan memecahkan kesunyian yang hinggap. Kau tahu apa yang perempuan itu bawa? Hasil psikotest yang diadakan pada tanggal 22 November 2015 lalu untuk penjurusan nanti. Beberapa siswa meneriakkan rasa penasaran mereka, lalu hening lagi. Seusai kelas matematika bubar, wakil KM (seharusnya yang membagikan KM, namun KMnya sudah lengser) membagikan hasil psikotest tersebut. Dibagikan menurut absen. Beberapa siswa yang sudah mendapatkan hasilnya mulai ribut menanyai tentang hasil psikotest siswa yang lainnya. Sementara gue masih sibuk dengan catatan matematika yang belum selesai gue catat. Kebetulan nama gue dari R, jadi masih lama. Ketika nama gue dipanggil, gue tetap biasa aja. Yang gue takutin hanya satu, kalau misal gue dapet IPA, apa yang harus gue lakukan? Seorang teman yang duduknya di depan gue berkata, "Nanti tukeran aja, kalau gue dapet IPS, gue tuker sama elu".

Dan, gue buka, gue sobek amplopnya dengan sangat hati-hati karena takut melukai si amplop. Setelah amplop tersobek dengan amat sangat cantik, gue mengambil secarik kertas yang sudah dilipat menjadi 3 lipatan. Kalian tahu apa yang keluar dari mulut gue ketika melihat kertas itu? "Ini ngeliatnya di mananya?". Kalian boleh panggil gue bodoh, atau yang lebih buruk dari itu, tapi kalian harus tahu bagaimana keadaan si kertas ini, dipenuhi dengan tabel yang gue gak ngerti itu tabel apaan. Setelah teman gue memberi tahu di mana letak IPA / IPSnya, gue langsung buru-buru melihat, dan ternyata..... gue dapet IPS! Yeay. Gak bisa berkata-kata lagi. Gue senang, serius. IPS memang jurusan yang gue idam-idamkan. Bukan hanya sekadar pelarian karena gak suka matematika dan fisika, karena kuliah nanti pun gue akan mengambil jurusan yang berhubungan dengan ilmu sosial.

Gue amati lagi hasil psikotest tersebut, terutama tabel-tabel yang gue anggap gak jelas itu. Setelah gue pahami lagi, ternyata itu adalah tabel seperti jumlah IQ, bakat, minat, logika, kepercayaan diri, dll. Semuanya bernilai cukup, bahkan ada beberapa yang bernilai baik. Yang paling rendah jatuh pada kepercayaan diri. Gue memang bukan orang yang percaya diri. Awalnya gue sudah mengira bahwa hasil psikotest itu hanya psikotest asal-asalan yang diadakan hanya untuk meraih keuntungan semata, seperti yang pernah gue lakukan saat SD dulu. Tapi nggak. Hasilnya amat sangat akurat, tapi gue gak percaya dengan IQ gue. Yah... rata-rata, sih, di atas 100. Gue kira IQ gue hanya berjumlah 50an. Serius.

Hari itu menjadi hari yang campur aduk bagi gue. Gue bahagia karena mendapatkan jurusan yang gue idam-idamkan, tapi gue juga sedikit sedih karena suatu hal. Oh, sore itu sepulang sekolah sedang hujan. Cukup deras. Gue rasa Tuhan memang sedang bersekongkol untuk mengaduk perasaan gue menjadi semakin berantakan.

Memandangi hujan yang turun dari langit sana. Sayang, ini hujan, kamu dimana? Aku rindu. Sangat.

Sincerely, Kyuto Karen.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Untitled.

0 komentar:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir. Silakan tinggalkan jejak dengan cara berkomentar di kolom komentar. Kalau ada waktu pasti dikunjungi balik. Salam! :)

Copyright © 2016 Kyuto Karen