I post random thoughts.

Saturday, January 16, 2016

Jangan Takut Akan Kritikan!

Kritikan. Banyak yang nggak menyukai kritikan karena mereka beranggapan bahwa kritikan itu pahit, tajam, pedas, dan gak jarang sedikit menyakitkan. Gue setuju sama tanggapan mereka tapi gue bukan berada di posisi yang tidak menyukai kritikan—gue sebaliknya. Gue sangat menyukai kritikan.

Bagi gue sendiri, iya, sendiri, kan jomlo—kritikan itu membangun kita dari dalam sementara pujian, menghancurkan kita dari dalam. Sadar gak setiap kali karya kita dipuji oleh orang lain, kita akan merasa cepat puas dan gak mau berusaha lebih baik? Padahal pujian itu gak murni menunjukkan keadaan karya kita yang sebenarnya. Biasanya orang lain memuji karya kita itu gak melulu karena karya kita memuaskan, bisa saja karena mereka yang memuji kita itu ada maksud tertentu: ada perasaan sama kita—jadi begini, apa pun yang kita lakukan—jika mereka menyukai kita, akan terlihat bagus tanpa mempedulikan keadaan yang sebenarnya (inget lagunya Tulus yang Jangan Cintai Aku Apa Adanya? "Kau selalu memuji apapun hasil karyaku"). Dan, mau dipuji balik. Ketika kita dipuji, ada gak sih perasaan berhutang budi karena udah dipuji? Gue ada. Serius.

Jadi kalau kalian dipuji orang lain jangan asal terbang, bisa saja mereka memuji bukan murni karena karya kalian itu indah dan memuaskan.

Kritikan juga membuat gue jadi termotivasi untuk melakukan sesuatu lebih dan menjadi yang terbaik, bahasa Inggrisnya, doing things better and become the best one. Dan terkadang pujian itu terasa kurang masuk akal, kata-katanya itu-itu mulu. Bahasa Indonesia kan terdiri dari miliaran kata masa yang dipake itu-itu aja? Terkadang gue kurang mempercayai pujian ya karena itu. Sangat berbanding arah dengan kritikan.

Eits, tapi kritikan itu jauh berbeda dengan hinaan ya. Meski sama-sama tajam dan sedikit menyakitkan, namun kritikan bersifat membangun sementara hinaan bersifat menjatuhkan.

Kritikan juga jadi semacam tanda bahwa orang tersebut betul-betul meresapi karya kita. Karena mereka para kritikus betul-betul memperhatikan detail dari karya kita. Menurut gue itu lebih memuaskan dibanding hanya sekadar dipuji, meski dipuji oleh orang terkenal sekali pun. Kalau pujian, orang-orang yang memuji gak betul-betul tahu detail karya kita karena mereka hanya memperhatikan apa yang menurut mereka "wah" dan menurut gue "wah" tidaknya suatu karya merupakan sebuah opini dan setiap orang punya opininya masing-masing.

Tapi gue sedikit sedih karena Indonesia—yang katanya negara demokrasi, ketika ada seseorang yang mengkritik orang-orang penting negeri ini malah dilarang dan disebut mencemarkan nama baik. Padahal perbedaan antara mengkritik dan pencemaran nama baik itu sangat jelas, lho. Gimana Indonesia mau maju kalau kesalahan orang-orang penting di negeri ini malah ditutup-tutupin, dan mengkritiknya dianggap haram?

Sincerely, Kyuto Karen.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Jangan Takut Akan Kritikan!

2 komentar:

Terima kasih sudah mampir. Silakan tinggalkan jejak dengan cara berkomentar di kolom komentar. Kalau ada waktu pasti dikunjungi balik. Salam! :)

Copyright © 2016 Kyuto Karen