I post random thoughts.

Saturday, February 27, 2016

Mungkin... Salah Pilih Teman?

Manusia merupakan makhluk sosial. Manusia membutuhkan orang lain atau teman dalam hidupnya. Gak ada manusia yang bisa hidup sendirian, meski memang ia hidup sendiri, namun di dalam hatinya ia pasti menginginkan orang lain untuk mendampinginya. Cie, pengalaman?

Manusia membutuhkan teman. Yap. Meski begitu, bukan berarti kita asal berteman dengan siapa aja. Lho? Berarti temenannya milih-milih, dong? Iya.  Dalam berteman kita wajib pilih-pilih. Masa, yang memihak ke mana aja dan punya muka seribu mau ditemenin? Mungkin sekadar kenal aja, kali, ya.

Memihak ke mana aja. Mau lu salau atau benar kalau memang mereka adalah teman lu, mereka akan tetap memihak lu dan gak akan ninggalin lu dan memilih orang lain. Ya... gue baru aja ngalamin di mana, seseorang yang gue anggap teman lebih memilih orang lain. Panjang ceritanya. Kebetulan gue gak begitu tertarik untuk menceritakannya dan gue pun sadar diri kalau kalian gak tertarik untuk membacanya. Jadi, skip.

Dalam hal ini, jangan sampai salah pilih teman. Gue pernah, bahkan sering. Sampai keseringannya, gue malah ogah buat temenan dan lebih milih sendiri. Tapi gimana, ya? Sejujurnya, jauh di dalam hati gue ingin bisa terbuka sama orang-orang yang saat ini gue anggap teman, tapi sikap mereka malah menjadi alasan kenapa gue masih belum atau bahkan gak akan bisa terbuka sama mereka. Dan ketika gue sudah menutup diri menjauhi mereka, lantas mereka dengan tidak bersalahnya menyalahkan gue yang menjauhi mereka.

Padahal gue begini karena siapa?

Karena kalian. Sikap kalian yang ngajarin gue untuk gak menceritakan apapun rahasia gue ke kalian. Dan entah kenapa, gue gak bisa merasa nyaman kalau di dekat kalian, gue tetap merasa kesepian kalau berada di antara kalian. Entah kenapa, hati dan pikiran gue gak pernah bisa sepenuhnya untuk kalian. Di saat berada bersama kalian gue malah merasa risih dan berandai-andai andaikan gue berada bersama mereka, bukan kalian, mungkin gue akan bahagia dan gak perlu merasa sekecewa ini.

Mungkin, salah pilih teman, ya?

Sincerely, Kyuto Karen.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Mungkin... Salah Pilih Teman?

8 komentar:

  1. Lah gue banget ini mah. Sobatan 4 taunan, gara2 ada orang baru eeeh ninggalin. Jadi sempet trauma sih ga mau punya sobat deket. Temen ya temen aja biasa. Biar ga keulang lagi nyeseknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, deh, kayak jaman SMP dulu. Temenan 3 tahun terus pisah gitu aja setelah cabe Bogor menyerang, tapi beruntungnya sekarang nyambung lagi. Hahaha.

      Delete
  2. Kalo saya bukannya anti-temen, cuman lebih suka menyendiri saja. Karena memang manusia memang nggak bisa dipegang perkataannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju! Kalau sendiri juga jadi lebih tenang gitu.

      Delete
  3. dipikir2 ya... temen2 yg dulu aku anggab sahabat, skr ini stlh nikah kok ya malah menghilang.. malah ada 1 org yg bisa dibilang jd musuhan.. bisa dibilang ya, temen2 dr dunia maya jauuuh lbh banyak drpd temenku yg bnr2 real.. kalo temen kantor mah g bisa aku bilang temen deket ya.. secara mereka itu justru yg hrs bnr2 diperhatikan... lbh srgnya temen2 kantor ini yg suka stab in the back :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin setelah menikah jadi sibuk ngurus rumah tangga, kali, ya? Hehe. Iya, temen kantor memang lebih berpotensi buat nusuk karena faktor persaingan di kantor mungkin.

      Delete
  4. kalau aku sih berteman sama siapa saja, tp sekedar berteman. Jarang punya teman dekat krn trauma pernah ditikung dr belakang. Jadi sekarang mah hanya sekedar teman dan jarang bercerita yg ppribadi , umum saja

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir. Silakan tinggalkan jejak dengan cara berkomentar di kolom komentar. Kalau ada waktu pasti dikunjungi balik. Salam! :)

Copyright © 2016 Kyuto Karen