I post random thoughts.

Sunday, July 31, 2016

BPJS Palsu; Indonesia! Ada-ada Saja!

Kemarin malam, tepatnya Sabtu malam, gue menonton sebuah acara di salah satu stasiun TV swasta. Kebetulan acara TV tersebut lagi jeda beberapa menit. Jelang jeda tersebut muncullah sebuah tayangan yang berisi bahwa masyarakat dihimbau untuk berhati-hati karena beredarnya kartu BPJS palsu. Hah? Serius, BPJS palsu? BPJS. Palsu. Ya ampun? Kok? Gue gak berhenti bertanya-tanya dalam hati. Siapa, sih, pelakunya? Jahat banget, serius. Lebih jahat dari yang dilakuin Rangga ke Cinta.


Orang-orang Indonesia, nih, memang pada kreatif, ya! Apa aja dipalsuin. Belum puas memalsukan makanan dan produk-produk, sekarang kartu BPJS dipalsuin. Ada lagi, tuh, ijazah dipalsuin. Tapi, gini, lho... kartu BPJS, itu pasti berguna banget bagi pemiliknya. Ya, kan? Dan, BPJS sendiri fungsinya gak main-main. Buat kesehatan, lho. Bagaimana kalau ada orang yang tertipu kartu BPJS palsu dan ternyata ketika dia berobat ternyata kartu BPJSnya palsu? Pasti ribet, tuh, mesti urus ini dan itu. Gila, gila, pada demen banget ngeliat orang susah, nih, ya? Udah pada gak demen ngeliatin yang cakep-cakep kali, ya?


Tapi, serius. Gue keki banget pas tahu tentang pemalsuan kartu BPJS. Gak kebayang kalau gue atau orang-orang terdekat gue sampai mengalami nasib serupa.


Berdasarkan yang gue baca, katanya, mereka tertarik dengan harga pendaftaran BPJS yang cukup murah, yaitu Rp. 100.000, dan tanpa iuran bulanan / iuran tahunan. Gue gak tahu berapa harga pendaftaran BPJS yang sebenarnya.


Tapi, sebetulnya ini bukan kesalahan murni si tersangka. Menurut gue, korbannya juga salah. Tergiur dengan harga murah, tergiur dengan proses yang cepat, ya, gitu, deh, ujungnya. Udah pada kebiasaan dimanja sama calo, sih, ya, jadi apa-apa maunya instan. Ingat, hanya mie yang instan yang enak. Selain itu, gak enak!


Pemerintah juga salah. Menurut gue sendiri, program-program BPJS belum terlalu dikenal oleh masyarakat. Maksudnya gini, mereka cuma sekadar tahu, oh, BPJS, tuh, gratis berobat, udah gitu doang. Seharusnya pemerintah lebih mesosialisasikan tentang program-program BPJS dan lainnya, agar pengetahuan masyarakat mengenai program-program semacam itu bertambah. Terus juga, tempat pendaftaran BPJS sendiri umumnya ada di daerah-daerah besar, seperti di kabupaten atau perkotaan. Seharusnya di setiap kelurahan, bahkan setiap RW, diadain, tuh, tempat pendaftaran BPJS.



Yaudah, lah, sekarang, mari kita bersiap-siap karena besok adalah Senin!



Sincerely, Kyuto Karen.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : BPJS Palsu; Indonesia! Ada-ada Saja!

2 komentar:

  1. suka bingung sama Indonesia, apa-apa serba dipalsuin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau aku gak suka bingung, aku suka dia. Eh.

      Delete

Terima kasih sudah mampir. Silakan tinggalkan jejak dengan cara berkomentar di kolom komentar. Kalau ada waktu pasti dikunjungi balik. Salam! :)

Copyright © 2016 Kyuto Karen