I post random thoughts.

Sunday, July 17, 2016

Keresahan Ini Membunuhku

Pernah gak kalian berpikir tentang suatu hal random yang memandu kalian untuk flashback ke masa lalu? Nah, gue pernah. Ya, bodo amat. Beberapa hari yang lalu sebelum gue tidur, gue lagi berpikir random. Memang udah jadi tradisi khusus sebelum tidur kalau gue harus dan wajib berpikir tentang apa aja, dan ujung-ujungnya gue gak bisa tidur.


Ya. Tiba-tiba aja gue kepikiran tentang MOS tahun lalu, dan scene pertama dari flashback kali ini adalah, gue mendengar suara sirine gitu. Tahun lalu, sirine ini menandakan kalau gue dan yang lainnya disuruh turun ke lapangan buat ditatar sama senior. Suara sirine ini lebih menyeramkan dibanding suara sirine ambulans.


Gitu, deh. Tiba-tiba aja gue merasa sedih karena hal-hal yang terjadi di masa laluーdan bagaimana hal-hal itu sekarang berbedaーmaksud gue, hal-hal itu, sekarang gak lagi sama seperti yang dulu. Dan, bahkan yang membuat gue lebih sedih adalah, gue sama sekali gak tau kenapa banyak hal bisa berubah, padahal gue sendiri selalu berusaha agar bagaimana pun gak ada satu hal pun yang berubah. But, we can't keep anything in this world, right?


Gue semakin sedih ketika gue tahu bahwa liburan gue akan berakhir kurang dari 24 jam. Mungkin seharusnya gue senang, karena gue bisa bertemu kembali dengan teman-teman. Iya, mungkin gue akan senang ketika gue pergi ke sekolah dan gue punya beberapa orang untuk gue temui. Tapi ini nggak. Gue gak punya alasan untuk senang dan gue pun gak punya beberapa orang untuk gue temui. Serius. Gue makin sedih ketika gue berpikir tentang; kelas mana yang akan menjadi kelas gue nanti, siapa teman sebangku gue nanti, gue akan berkawan dengan siapa, ada nggak yang mau sebangku atau bahkan berkawan sama gue, dsb dsb. 


Serius, lho. Gue memang orang yang punya masalah serius sama psikis gue. Gue bisa lebih awal memikirkan hal-hal yang seharusnya dipikirkan 100+ tahun mendatang.


Terutama masalah orang-orang baru yang akan gue temui. Gue selalu takut untuk bertemu orang-orang baru, terlebih kalau gue tahu mereka itu talkative. Gue tahu betul kalau orang-orang banyak omong benci bukan main sama orang-orang yang gak banyak omong.


Yah, gitulah. Masalah siapa teman sebangku gue nanti. Sebetulnya, gue lebih mengkhawatirkan kalau-kalau gue gak dapet teman sebangku. Serius. Gue cuma punya 5 teman sebangku selama ini. Dari kelas 1-5 SD gue duduk sama orang yang sama, kelas 6 SD gue 2 kali pindah teman sebangku, kemudian 3 tahun di SMP gue duduk sama orang yang sama, dan yang terakhir ini teman sebangku pertama gue di SMA. Dia bosan bukan main sama gue. Doi pernah ngomong gitu sendiri ke gue. Di antara kelima orang teman sebangku gue, baru doi yang merasa begitu. Ya, gue sendiri yakin sih kalau yang lain juga merasa bosan jadi teman sebangku gue, tapi untuk teman sebangku gue di SMP, gue gak bisa merasa bahwa dia gak menikmati duduk dengan gue. Gue pun begitu menikmati duduk bersama teman sebangku gue pas SMP. Yah, gue pun menikmati duduk dengan siapa aja. Meski seseorang membosankan, bukan berarti kita gak pernah merasa senang karena orang tersebut, kan begitu?




Sincerely, Kyuto Karen.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Keresahan Ini Membunuhku

3 komentar:

  1. temen sebangku itu emang sakral sih, gue juga kalo udah klop sama satu temen sebangku, seterusnya bakal sama dia terus.

    tips memilih temen sebangku: cari yang kalo ke sekolah banyak bawa makanan, jangan cari yang hobi kentut!!

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir. Silakan tinggalkan jejak dengan cara berkomentar di kolom komentar. Kalau ada waktu pasti dikunjungi balik. Salam! :)

Copyright © 2016 Kyuto Karen