I post random thoughts.

Sunday, August 28, 2016

Harga Rokok Naik?

Akhirnya, kita berjumpa lagi di postingan blog gue yang tidak berfaedah. Ya. Akhir-akhir ini lagi rame tentang harga rokok yang akan naik. Gak tau kapan naiknya, katanya, sih, awal September nanti?

Jujur aja, gue gak peduli, sih, ini harga rokok naik. Iyalah, gak ada pengaruh apa-apa ke gue. Gue perokok bukan, penjual rokok juga bukan, jadi ya... gue agak bodo amat, sih. Gue juga gak berminat merokok, dan gak akan pernah berminat untuk merokok. Menurut gue, merokok adalah tindakan buang-buang uang yang terkesan bodoh. Yha, mana ada buang-buang uang yang terkesan pintar, wahai Kyuto Karen? Bukan seperti itu, mbak / mas netizen yang budiman. Lagian juga gak ada orang di dunia ini yang mau buang-buang uang.


Gini, lho. Pasti udah pada tahu, kan, dampak negatif dari merokok ini? Ya, tapi kenapa masih banyak aja, tuh, yang merokok? Padahal biaya rumah sakit lebih mahal daripada harga rokok. Ya, meski pun sudah bisa diringankan dengan program dari pemerintah itu.

Ya, tapi bodo amat, lah, kenapa padaan masih ngerokok. Bukan urusan gue. Urusan gue cuma satu, mengurus dirinya. Ya, bodo amat.


Tapi, gue masih agak curious, sih, tentang harga rokok yang naik ini. Kenapa bisa naik, ya? Apakah dia tidak phobia ketinggian? Kata teman gue, ini karena ada anak SD yang kedapatan membeli rokok. Menurut gue, masuk akal aja, sih.

Eh, ya, btw, gue sempat baca berita online yang intinya menyebutkan bahwa kenaikan harga rokok ini bisa berdampak pada adanya rokok palsu! Kalau betul akan terjadi seperti itu, sih... gak beres. BPJS palsu, vaksin palsu, makanan palsu, rokok palsu. Asal jangan perasaanmu aja, sih, yang palsu.

Dan, memang ada positif dan negatifnya, sih, dari kenaikan harga rokok. Positifnya mungkin jumlah perokok di Indonesia bisa berkurang—yang mana kita tahu bahwa rokok bukanlah sesuatu yang baik bagi kesehatan. Namun, negatifnya adalah, industri rokok di Indonesia bisa terancam bangkrut karena rendahnya daya minat pada rokok, yang juga akan berdampak pada kehidupan ekonomi para karyawan yang bekerja di pabrik rokok tersebut. Pengangguran meningkat, dan tentunya akan berdampak juga pada perekonomian Indonesia.


Jadi, gimana? Menurut gue, kenaikan harga rokok ini jika dimaksudkan adalah untuk menurunkan jumlah perokok di Indonesia, caranya adalah salah. Gini, ya, semahal apapun sesuatu, kalau memang sudah ada niatan, ya, jalan apa saja juga bisa ditempuh. Entah itu yang lurus atau yang sedikit belok.


Dan, untuk menghentikan seseorang untuk berhenti merokok gak semudah itu. Kalau memang orang itu belum kecanduan mungkin masih bisa diberhentikan, tapi kalau sudah kecanduan? Adakah jalan untuk menghentikan seseorang yang sudah kecanduan?


Sincerely, Kyuto Karen.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Harga Rokok Naik?

12 komentar:

  1. saya sih sangat setuju ,karna saya bkn perokok

    ReplyDelete
  2. Naik 1000% pun saya nggak peduli karena saya bukan perokok

    ReplyDelete
  3. untung saya bukan perokok hihi :D (Y)

    ReplyDelete
  4. tapi PT. Djarum berjasa untuk bulu tangkis nasional lho ...
    yah, terserahlah wong ane bukan perokok, ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan sebut merk~ soundtrack iklannya mayan enak tuh haha

      Delete
  5. sangat tidak setuju gan.. alasan apa? karena pendapatan dan gajih minimum masih terlalu rendah dan akan mengakibatkan kebangrutan terhadap pabrik tembakau. nice info

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, sih. berpengaruh juga sama kehidupan para karyawannya kelak.

      Delete

Terima kasih sudah mampir. Silakan tinggalkan jejak dengan cara berkomentar di kolom komentar. Kalau ada waktu pasti dikunjungi balik. Salam! :)

Copyright © 2016 Kyuto Karen