I post random thoughts.

Sunday, November 6, 2016

Demo 4 November

Ya. Sudah lama tidak berjumpa di blog gue yang tida berfaedah ini. Apa kabar semua? Semoga baik-baik aja ya, hatinya juga semoga pada baik-baik ya. Hehe.

Gue udah cukup lama gak ngeblog karena banyak faktor. Gue sibuk. Serius, gue sibuk. Bukan sibuk melupakan dia atau mencari pengganti dia, lho, ya. Tapi memang gue beneran sibuk di dunia nyata. Tambahan harddisk gue itu rusak jadi ya PC gue gak bisa dijalanin. Gue cuma mengandalkan laptop bapak negara dan itu juga gak bisa setiap saat karena laptopnya kadang dipake beliau. Jadi, ya... Eh, kok jadi curhat?

Lha. Kan emang blog w isinya curhatan semua tu y hhhhh.

Ya, pokoknya gitu lah.

Dan, kalian tau gak Jumat kemarin itu tanggal berapa? Bukan, bukan tanggal jadian kita, karena kita cuma temenan he he apa yah tissue galon. Jumat kemarin itu tanggal 4 November. Masyarakat Indonesia pasti tau ada apa pada tanggal tersebut. Iya, kemarin terjadi demo besar-besaran yang dilakukan sejumlah ummat Islam.

Ini demo bukan demo masak shay soalnya gak ada chef Juna apalagi chef Arnold. Ini demo menuntut agar Ahok diproses secara hukum atas tuduhan penistaan agama. Yha pasti padaan dah tau kan ni kasus jadi langsung cusss yez.

Gue gak ikutan demo. Boro-boro. Jogging tiap Minggu aja kadang suka mampir makan siomay dulu. Gue gak ikut demo bukan karena gue gak peduli atau gimana. Gue memang pro terhadap Ahok. Maksud gue begini, gue suka program kerjanya Ahok. Meski mulutnya memang terkadang pedas macem samyang tapi entah ya.

Meski gue pro terhadap Ahok, tapi gue agak geram juga. Tapi gak meluap-luap sih.

Menurut gue, iya, Ahok memang salah, dan mesti diproses secara hukum. Menuntut agar Ahok diproses secara hukum itu gak salah kok, asal memang yang dituntutkan bener-bener tercantum dalam UUD. Indonesia itu negara hukum, bukan? Bukan berarti beliau memegang jabatan penting jadi gak tersentuh sama hukum. Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Yes! Tapi, menuntutnya juga "jelas", ya. Nanti malah menjerumus ke pencemaran nama baik.

Kamu salah kalau bilang bahwa kamu demo demi membela Tuhan. Ingat kata Alm. Gusdur? Tuhan tidak perlu dibela. Iya, gue setuju. Kamu bukan membela Tuhan, kamu membela kebencianmu terhadap Ahok. Sebetulnya kamu gak begitu peduli, kan? Kamu menjadi begitu peduli karena "ini" Ahok.

Gue geram tapi bukan berarti harus ikut-ikutan demo, kan? Dan belum tentu yang pada demo memang benar-benar geram dengan tingkah laku Ahok tersebut. Bisa aja di dalamnya tercampur unsur politik, dan memang gak suka dengan sistem pemerintahan saat ini. Siapa tau?

Iya. Kadang kebencian kita terhadap seseorang memang bisa membutakan kita terhadap semua tindakannya. Dia berbuat baik kalau kita memang membencinya bisa aja kita bilang bahwa dia lagi pencitraan, beda kalau kita begitu mendukung orang tersebut. Keburukannya pun bisa aja kita ikuti.

Benci sama seseorang boleh-boleh aja meski nyatanya lebih indah menyayangi, kan, daripada membenci. Yang gak boleh itu sampai mengancam membunuh orang yang dibenci. Apalagi sampai menyebarkan sayembara.



Sincerely, Kyuto Karen.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Demo 4 November

3 komentar:

  1. nggak ada orang yang kebal hukum, hukum ahoookkk :v

    ReplyDelete
  2. banyak hal2 menarik nih setelah terjadi demo 4 november salah satunya adalah cuaca yg mendadak tidak hujan.

    ReplyDelete
  3. setiap orang berhak menyampaikan apa yang harus ia sampaikan.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mampir. Silakan tinggalkan jejak dengan cara berkomentar di kolom komentar. Kalau ada waktu pasti dikunjungi balik. Salam! :)

Copyright © 2016 Kyuto Karen